http://picasion.com/gl/2jwY/


widgets
http://picasion.com/gl/1Nts/

inilah kisah manis imam Bukhari Al Muslim

وَلاَ يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلاَّ بِأَهْلِهِ   "...Rencana jahat itu tidal akan menimpa selain orang yang merencanakannya..." (QS. Al-Fathir: 43)     Anda Tahu Imam Bukhari..!!!   Dalam sebuah buku yang berjudul Siyar ' Alam Nubula (Biograpi Tokoh Agung) karangan Az-Zahabi, ada sebuah kisah menarik. Sekelumit Kisah seorang tokoh besar dalam ilmu hadist, yaitu Imam Bukhari . Siapa umat Muslim yang tidak kenal tokoh satu ini??? bahkan para orientalis ( sarjana non muslim/barat yang mempelajari Islam) sekalipun sangat kenal dan bahkan tahu biograpinya. Beliau penulis buku BEST SELLER sampai kiamat dan kitab Hadist paling sohih sesudah Al-Qur'an. Betul sekali buku SAHIH BUKHARI   Banyak Mencela, Menghujat...Semua Salah, Semua Dikritik Satu hari, teman-teman sang Imam menceritakan, bahwa banyak orang mencela dan mencercanya. Namun sang Imam hanya tersenyum dan tenang saja mendengarnya, tidak ada rasa kesal, tidak ada nada marah bahkan sepertinya cuek saja. Dengan santai, sang Imam malah membaca dua ayat:   إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا   "Karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah." (QS. An-Nisa: 76)   Dan ayat:   وَلاَ يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلاَّ بِأَهْلِهِ   "...Rencana jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merecanakannya..." (QS. Al-Fathir: 43)   Melihat sikap yang begitu tenang, seorang teman dekatnya, Abdul Majid, bertanya: ," Loh..kenapa kamu  tidak langsung berdoa kepada Allah, untuk mengadu bahwa ada orang-orang yang telah berbuat zalim kepada anda?? Mereka juga mencerca, bahkan menjelek-menjelekan namamu???? Dengan tenang sang Imam ini menyitir sebuah hadist:   "Siapa yang bedoa ( membalas keburukan dengan sumpah serapah) kepada orang yang menzaliminya, berarti ia sudah membalasnya (dengan keburukan pula)."   Jelas sekali dari kisah diatas, bahwa Imam Bukhari tidak sedikitpun terfikir membalas tindakan orang-orang yang membecinya, yang menzaliminya, yang mencercanya. Bahkan berdoapun kepada Allah karena sakit hatipun tidak ia lakukan??? Kok aneh yah!!!   Kesimpulan 1 . Ayat pertama yang disitir Imam Bukhari, maksudnya agar kita tidak menceritakan kembali perkataan buruk, cercaan, celaan kepada orang yang bersangkutan (jangan mengadu domba). Bisa jadi orang yang mendengar ucapan itu akan balik membalas. Selain berdosa karena sudah termasuk namimah dan ghibah. Dan keduanya termasuk dosa besar. 2 . Loh.. .saya cuman mengkritik kok!! Bukan menjelekan, agar dia bisa lebih baik ...atau kita kan harus saling berwasiat dalam kebaikan , atau saya hanya memberi nasehat???. .. Jawabannya?? kita semua tahu perbedaan nasihat dan celaan, apa bedanya kritik dengan cercaan, apa bedanya saling berwasiat namun perkataannya hanya memojokan tanpa ada solusi. 3 . Ayat kedua yang disitir Imam Bukhari berarti bahwa semua tindakan buruk atau semua niat jahat akan kembali kepada orang yang merencanakan nya. Apapun bentuk ucapan yang kita utarakan, apalagi dalam bentuk tindakan, pasti  semuanya akan kembali kepada kita. Bila buruk, pastinya kita yang buruk meskipun  diselimuti oleh dogma Islam. Contoh: Dia itu tidak Islami, jauh dari Islam, ngak punya etika Islam etc. .etc... . tapi perkataan ini diutarakan di depan orang banyak., dan yang dituduh itu sampai malu dan masalah nya sepele lagi. Mari kita lihat apakah yang mengucapkan begini ini disebut memberi nasihat? Memberi wasiyat dalam kebaikan??? Atau ktirikan dengan dalih untuk memberi pelajaran???? 4 . Sedangkan hadist yang disitir Imam Bukhari sangat jelas yang isinya menunjukan bahwa betapapun benarnya tindakan kita namun ketika kita membalas keburukan orang lain maka sama saja antara kita dan mereka. Alias kebaikannya sudah hilang tidak berbekas. 5 . Jangan hiraukan orang yang mengecam, mengejek, mencerca atau mencela kita, selama perbuatan kita ini bermanfaat minimal untuk diri pribadi, sesuai dengan pandangan Qur'an dan Sunnah, kerjakan terus tanpa menghiraukan cercaan di sekeliling kita. 6 . Orang yang senang mencela, mencerca adalah orang yang sudah terbiasa dengan kepribadiaan seperti itu. Pribadi buruk ini dibiarkan tumbuh dalam hati tanpa menghiraukan untuk mengobatinya. Pencela itu terbiasa dengan celaan dari yang kecil dan remeh terlebih dahulu kemudian terus membesar. Ingat!!! Sifat pencela itu tidak akan hilang meskipun kita suka shalat wajib, senang shalat sunnat, suka puasa senin kamis dll. Ingat!!! Pencela itu akan datang dari mana saja, meskipun diselimuti agama, artinya pencela juga banyak bahkan tidak kentara dari orang-orang yang taat agama.Artinya meskipun dalam koridor Islam, seorang yang mencela, mencerca tetap saja dosa dan buruk meskipun dalam konteks Islam. Kebahagiaan itu tidak akan datang dengan celaan dan cercaan   Yuk Kita Berdoa Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam menjalankan agama, sehat badan, bertambah ilmu, berkah rizki, sempat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati, Ya Allah, hanya Engkaulah tempat hamba memohon, selamatkan keluarga kami  Ya Allah, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah, serta segerakanlah dengan perasan belas kasihan. Ammin....Amiin  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya

Banyak hal di Dunia yang takkan sanggup kita fikirkan sendiri, banyak tawa yang tak seru jika dinikmati seorang diri, banyak air mata yang terlalu pedih untuk dialirkan sendiri, untuk itulah kita membutuhkan saudara/teman, membagi setiap kebaikan, mengoreksi tiap kesalahan, Ya Rabb....... Jika sekarang saudara/riku/teman2ku yang sedang tersenyum? Semoga menjadi ibadah, jika bersedih? Semoga kesedihan nya bisa menghidupkan hati dan jiwa. Jika sedang lelah? Semoga kelelahan nya menjadi penggugur dosa dosa. Aamiin ya Allah.
gif

KLIK SITE BUKERAN