http://picasion.com/gl/2jwY/


widgets
http://picasion.com/gl/1Nts/

RIWAYAT ORG WANITA BERDO'A

“Suatu kali saya berdoa: Ya Allah, jadikan saya isteri yang selalu terlihat cantik di mata suami. ” “Doa yang bagus, dong,” sergah saya, “lalu apa yang terjadi?” “Ya, memang bagus, Ustadz. Tetapi, esok harinya wajah saya mulai ditumbuhi jerawat yang saya tidak tahu darimana datangnya. Banyak. Beberapa hari kemudian malah memenuhi seluruh wajah. Saya jadi kebingungan. Akhirnya mau tidak mau saya harus menjalani perawatan kecantikan wajah ke sebuah salon kecantikan, suatu hal yang tidak pernah saya lakukan. Saya harus datang ke tempat itu untuk membersihkan jerawat di muka saya. Berkali- kali. Berhari-hari. Hasilnya tentu saja mengejutkan saya. Wajah saya menjadi lebih bersih dari semula. Lebih cantik. ” “Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?” “ Ya, sih Pak. Tetapi itu belum seberapa, Ustadz.” “Maksudnya gimana?” “Saya juga pernah berdoa yang tak biasa, Ustadz. Doa yang lain. ” “Apa itu?” “Saya berdoa agar Allah menjadikan saya isteri yang setia pada suami. ” “Doa yang bagus juga. Lalu apa yang terjadi, Bu?” “Esok harinya, suami saya jatuh sakit. Tak bisa bangun. Ia harus dirawat di rumah sakit. Berhari-hari. Saya mau tak mau harus menungguinya selama terbaring itu. Saya bahkan sampai merasa itu semua seperti ujian bagi saya. Ujian terhadap kesetiaan saya, apakah saya tetap setia pada suami apa tidak. Saya seketika teringat akan doa yang pernah saya panjatkan sebelumnya. ” “Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?” “Ya, sih, Ustadz.” “Lalu sekarang, pertanyaannya Ibu apa?” “Bukan pertanyaan, Ustadz.” “Lalu apa?” tanya Saya. “Sekarang ini, saya justru merasa takut untuk berdoa. Gimana ini ?” Jawab Saya : “Apakah Allah memberikan apa yang Ibu harap dengan mengantarkannya dalam bungkusan yang indah ?” “Tidak!” lanjut Ibu tadi. “Allah tidak mengantarkan apa yang Ibu minta dalam sebuah bungkusan yang menarik lagi indah. Bahkan Ia mengantarkannya dalam bungkusan yang jelek, ruwet, carut-marut, dan kelihatannya sukar untuk dibuka. Pertanyaannya adalah: mengapa ?” “Itu tidak lain karena Allah ingin melihat bagaimana Ibu membuka bungkusan itu dengan penuh kesabaran, telaten, bersusah-payah lapis demi lapis, sedikit demi sedikit, terus, terus, dan terus. Tak pernah berhenti apalagi berpaling. Hingga pada akhirnya bungkus terakhir terbuka dan Ibu mendapatkan sesuatu yang Ibu harapkan ada di dalamnya. ” Bukankah Allah pasti akan mengabulkan apa yang hamba- Nya pinta? Kuncinya kalau begitu adalah: jangan pernah berhenti memuja. Jangan pernah berhenti berharap. Allah tidak tidur. Allah Maha Mengetahui. Allah Maha Mendengar. Dia Maha Rahman dan Maha Rahim. Sungguh tak ada yang sepatutnya kita lakukan kecuali selalu berprasangka baik pada setiap pemberian- Nya. Entah nikmat, entah musibah. Karena musibah pun mungkin hanyalah bungkus belaka; yang selayaknya kita yakini bahwa itu semua hanya karena Ia ingin melihat kita membukanya dengan sepenuh cinta. Wallahu A'lam ---------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya

Banyak hal di Dunia yang takkan sanggup kita fikirkan sendiri, banyak tawa yang tak seru jika dinikmati seorang diri, banyak air mata yang terlalu pedih untuk dialirkan sendiri, untuk itulah kita membutuhkan saudara/teman, membagi setiap kebaikan, mengoreksi tiap kesalahan, Ya Rabb....... Jika sekarang saudara/riku/teman2ku yang sedang tersenyum? Semoga menjadi ibadah, jika bersedih? Semoga kesedihan nya bisa menghidupkan hati dan jiwa. Jika sedang lelah? Semoga kelelahan nya menjadi penggugur dosa dosa. Aamiin ya Allah.
gif

KLIK SITE BUKERAN